Minggu, 15 Mei 2011

Sepenggal kenangan dan pengalaman bersama bapak……


Sore itu di beranda rumah engkau mengeluh, kecewa, marah, dan itu aku lihat dari setiap tarikan napasmu yang sangat berat dan terengah engah… jauh aku datang memenuhi panggilanmu,  engkau ingin mengungkapkan kecewamu, marahmu dan ketidak adilan yang kau dapati….. engkau berujar sumpah serapah hingga terucap kalimat memutuskan persaudaran sama seorang yang terlahir dari satu rahim denganmu… Saat aku mendengar pertama aku marah dan aku berusaha menguasai diriku dan berusaha merangkai kalimat dan kata yang dapat menyejukkan hatimu. 

Akhirnya keluarlah kata kata dari mulutku: “Bapak tidak ada mantan saudara kandung”, dan kaupun perlahan mengatur napasmu hingga mendekati ambang normal dank au bercerita:

Sore itu niatmu tulus untuk menjelaskan masalah sepetak tanah yang kepemilikannya mungkin menurutmu kurang jelas dan engkau berkeinginan menjelaskan dan memberikan dengan ikhlas  namun tidak seindah niatmu kau mendapatkan kalimat dan kata2 yang kurang mengenakkan…. Dan kaupun pulang dengan amarah…..

Dan di akhir keluh kesahmu padaku engkau berkata : “Kalau kamu menolong orang jangan kau berharap pertolongan balik dari orang yang kau tolong karena itu akan menyakitkan, Ikhlaslah sepenuh hatimu, karena balasan akan datang bukan dari orang yang telah kamu tolong  tapi Tuhan akan menggunakan caranya untuk menolongmu”

Sepenggal kenangan dan pengalaman bersama bapak……

2 komentar:

  1. Kisah yang sangat Luar Biasa, hanya saja penulis kurang bisa mengolah rangkain kata . belajar lagi ya Masss

    BalasHapus
  2. Iya mbak dwi.... semoga inspirasi ini memacu tulisan saya tentang kehidupan saya mungkin maksudnya bersama anda juga...

    BalasHapus